Minggu, 06 Februari 2011

DARAH


Secara umum, istilah darah dipakai untuk menjelaskan fluida (cairan) yang beredar (bersirkulasi) dalam tubuh yang berfungsi untuk mengangkut gas, nutrient, dan bahan sisa metabolisme. Darah terdiri atas dua bagian penting, yaitu komponen interseluler dan komponen seluler. Komponen interseluler darah adalah plasma darah yang terdiri atas 92% air, protein plasma (albumin, globulin, dan fibrinogen) sebanyak 7%, dan zat-zat terlarut lainnya (elektrolit-elektrolit, nutrient organik, serta bahan organik sisa metabolisme) sekitar 1%. Sedangkan komponen seluler darah antara lain : sel darah merah (eritrosit) hampir 99,9% dan sisanya adalah sel darah putih (leukosit) serta keping-keping darah (trombosit). Komponen seluler darah terbentuk dari stem cell yang sama, yaitu dari sel induk pluripotent.
Eritrosit (Sel Darah Merah) berbentuk bulat bikonkaf (cakra) dengan diameter 7,5 µm dan ketebalan di tepi 2 µm. Tengah-tengah dari cakra tersebut lebih tipis (1 µm) dari pada tepinya. Bentuk bikonkaf yang menarik ini mempercepat pertukaran gas-gas antar sel-sel dan plasma darah.  Eritrosit pada mamalia tidak berinti sedangkan eritrosit pada aves berinti. Pada orang dewasa, eritosit dibentuk dari sel-sel pokok yang terletak dalam sumsum tulang, terutama dalam tulang-tulang rusuk, sternum (tulang dada) dan vertebra (tulang-tulang belakang). Pada waktu mula-mula dibentuk eritrosit mempunyai sebuah nukleus dan hemoglobin yang tidak begitu banyak. Akan tetapi, ketika dewasa jumlah hemoglobin dalam sel naik sampai 280 juta molekul menunjukkan kira-kira 90% bobot bersih sel, kemudian pada akhir dari proses sintesis hemoglobin ini, nukleus diperas keluar dari sel. Jangka hidup sel-sel ini kira-kira 120 hari. Sel-sel darah merah yang telah tua akan ditelan oleh sel-sel fagositik yang terdapat pada hati dan dalam suatu struktur yang berbentuk kantung yang disebut limpa. Sebagian besar besi dari haemoglobin didapatkan kembali untuk digunakan lagi. Sisa dari molekul hemoglobin dipecah. Beberapa dari hasil pemecahan ini, pigmen empedu diekskresikan oleh hati ke dalam empedu. Telah ditaksir bahwa setiap detik tiga juta eritrosit mati dan dibersihkan oleh hati serta limpa. Dalam beberapa keadaan, laju matinya eritrosit melebihi lajunya pembentukan eritrosit, bila keadaan ini terjadi, konsentrasi eritrosit dalam darah turun. Hal ini merupakan suatu bentuk anemia.
      

Tidak ada komentar:

Posting Komentar