selamat datang. di Blog ini kalian dapat membaca informasi mengenai penulis,kampus Unair fakultas sains dan teknologi program studi Biologi. ada juga artikel ilmiah, sesuai bidang keilmuan penulis, disini disajikan tentang info2 menarik Biologi Reproduksi, dan Biodiversitas. semoga blog ini dapat bermanfaat. Pada Akhirnya selamat membaca
DESKRIPSI MATA KULIAH PILIHAN BIOLOGI BIDANG REPRODUKSI
Spermatologi (dosen: Dr. Alfiah Hayati)
Pengertian konsep dasar dan wawasan spermatozoa, spermatogenesis, siklus epitel tubulus seminiferus, gelombang spermatogenik, ultrastruktur spermatozoa, kromatin, protein, dan DNA spermatozoa, maturasi spermatozoa, motilitas spermatozoa, pengaturan kapasitasi spermatozoa, reaksi akrosom, biokimiawi (radikal bebas dan antioksidan), Blood testis barrier, hormone pengatur seks, spermatogenesis, analisis semen
Teratologi (dosen: Prof. Drs. Win Darmanto, M.Si, PhD, Hari Soepriandono, M.Si)
Definisi teratology, insiden cacat kandungan dan penetuannya, waktu organogenesis, pemberian bahan teratogen, mekanisme cacat janin, kelainan daerah otak, medulla spinalis dan kepala, kelainan daerah tubuh dan anggota tubuh (tangan dan kaki), kelainan system kardiovaskuler, kelainan system urogenital, kelainan system pencernaan, diagram skema konsep kerja pengujian bahan teratogen, demonstrasi eksperimen teratogen
Reproduksi (dosen: Dr. Alfiah Hayati, Drs. IB Rai Pidada, M.Si)
Pengertian dan wawasan reproduksi, embriologi reproduksi, endokrinologi reproduksi, anatomi organ reproduksi, spermatogenesis, teknik pemeriksaan sperma, kastrasi, peranan testosterone, anatomi reproduksi betina, folikulogenesis, ovulasi, implantasi, kehamilan/ kebuntingan, kelahiran, laktasi, peranan estrogen, menopause, bioteknologi reproduksi/ IVF, reproduksi unggas
Imunobiologi (dosen: Dr. Dwi Winarni, Drs. Saikhu A. Husen, M.Kes)
System imun, respon imun, sel imunokompeten, system limfoid, antigen, immunoglobulin, reaksi antigen dan antibody, complex mayor histokompatibilitas (MHC), system komplemen, sitokin, fagositosis, hipersensitivitas, imunologi tumor, teknik imunobiologi
Endokrinologi (dosen: Drs. IB Rai Pidada, M.Si, Dr. Dwi Winarni)
Hormone, kelenjar buntu, bahan penyusun hormone, aksi hormone peptide dan steroid, hubungan anatomi hipofisis dan hipotalamus, strukutr kelenjar dan struktur kimia hipotalamus, hipofisis, ADH, oksitosin, tiroid, paratiroid, calcitonin, growth homone, MSH, adrenal, pancreas. Struktur organ reproduksi serta control hormonal, keluarga berencana (macam-macam, teknik, control hormonal).
Biologi perkembangan (dosen: Prof. Drs. Win Darmanto, Dr. Alfiah Hayati)
Ruang lingkup perkembangan hewan, substansi sel, inti sel, sitoplasma, substansi genetic, hormone, menunjukkan peta nasib sel, diagram induksi primer dan sekunder, perkembangan jenis kelamin
DESKRIPSI MATA KULIAH PILIHAN BIOLOGI BIDANG MIKROBIOLOGI
Mikrobiologi terapan (dosen: Drs. Agus Supriyanto, M.Kes, Dr. Ir. Tini Surtiningsih, DEA)
Mikrobiologi terapan, teknik penyimpanan, pengembangan, biomasa, probiotik, fermentasi pangan, fermentasi enzim, fermentasi pelarut organic, fermentasi asam amino, fermentasi asam organic, asam organic, antibiotic, fermentasi vitamin, biopolimer
Bakteriologi (dosen: Dr. Ni’matuzahroh, Tri Nurhariyati, M.Kes)
Klasifikasi, distribusi, peran bakteri, morfologi bakteri, nutrisi bakteri, pertumbuhan dan perkembangan bakteri, metabolism bakteri, genetika bakteri, isolasi dan identifikasi bakteri, karakterisasi enterobacteriaceae, bakteri kokus, actinomicetes, bakteri spiral, bakteri penambat nitrogen, bakteri gram negative dan non fermentativ
Mikologi (dosen: Dr. Ir. Tini Surtiningsih, DEA, Drs. Agus Supriyanto, M.Kes,)
Sejarah dan manfaat, ekologi fungi, taksonomi dan klasifikasi fungi, isolasi dan identifikasi fungi, sitologi, reproduksi, metabolism dan aplikasi khamir, kapang, mushroom, mikorhiza, mikotoksin, ascomycetes, zygomycetes, basidiomycetes
Mikrobiologi lingkungan (dosen: Fatimah, S.Si, M.Kes, Dr. Ni’matuzahroh)
Keanekaragaman ekosistem mikroba, interaksi mikroorganisme dan lingkungan, mikroba tanah, mikroba udara, mikroba tanaman, mikroba air, mikroba sedimen, mikroba udara, mikroba laut, mikroba lingkungan ekstrim, mikroba pathogen, mikroba polutan, vector penyakit, imunitas dan infeksi, pengendalian hayati dengan mikroba
Program Studi Biologi - Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati
Biologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang mahluk hidup, yaitu hewan, tumbuhan, dan mikroba. Beberapa aspek yang akan dipelajari misalnya adalah genetika, struktur organisme, perkembangan organisme, fisiologi, ekologi dan penerapan ilmu biologi.
Banyak sekali hal-hal menarik yang akan teman-teman temui di alam semesta ini saat teman-teman mempelajari Biologi. Lalu apa kelebihannya ilmu-ilmu Biologi yang dipelajari di ITB dengan yang sudah didapatkan di SMA? Sebagai sebuah institut yang berbasiskan teknologi, tentu saja kajian-kajian terhadap ilmu Biologi di ITB lebih mendalam dan disesuaikan dengan perkembangan teknologi, apalagi mengingat bahwa saat ini dan masa depan disebut sebagai Era Bioteknologi. Pada program studi Biologi ITB, teman-teman akan mengenal rekayasa gen, kultur jaringan, pengendalian hama, konservasi hutan, stem cell (kultur sel hewan), dll. Pengetahuan yang dipelajari tersebut dapat diterapkan pada berbagai bidang, misalnya bidang kedokteran, pertanian, peternakan, perikanan, kehutanan, lingkungan, dan teknologi yang biasa disebut bioteknologi.
Hal lain yang menarik dari Biologi ITB adalah jangkauan penelitiannya yang luas, sehingga mahasiswa dapat mengembangkan kreativitas dan keingintahuannya. Misalnya saja, mahasiswa yang tertarik untuk meneliti tentang kanker dapat melakukannya disini. Mahasiswa yang tertarik untuk menjadi pengusaha pun dapat mengembangkan minatnya tersebut, dengan memilih berkonsentrasi pada kajian ilmu tertentu misalnya pengembangan pakan ikan berkualitas yang murah, pembuatan makanan ringan dengan bantuan bakteri dan jamur (mis. yogurt dan keju), pengelolaan tanaman hias, dll.
Proses belajarnya pun tak kalah menarik, karena pada program studi Biologi teman-teman akan merasakan apa yang dinamakan kuliah lapangan, yaitu kegiatan belajar yang dilakukan di alam bebas. Taman Nasional Ujung Kulon dan Taman Nasional Bali Barat merupakan contoh tempat yang pernah dijadikan tujuan kuliah lapangan. Disana teman-teman akan mengamati perilaku hewan, mengamati fenomena alam, dan juga mengaplikasikan teori yang telah dipelajari di kelas.
lmu apapun tidak dapat berdiri sendiri, begitu pula dengan ilmu Biologi. Beberapa ilmu yang terkait dengan Biologi adalah Matematika, Fisika, dan Kimia. Ketiga ilmu tersebut menjadi alat bantu dalam memahami proses Biologi yang ada. Matematika menjadi penting bagi mahasiswa Biologi karena banyak proses di alam yang perlu dibuat pemodelannya, hingga bentuknya menjadi lebih sederhana. Bagaimana serangga bisa berjalan di atas permukaan air, merupakan salah satu fenomena yang dapat dijelaskan dengan konsep Fisika. Reaksi-reaksi yang terjadi dalam tubuh mahluk hidup seperti proses fotosintesis, pencernaan makanan, pencarian pasangan pada serangga, mekanisme pembentukan dan kerja hormon, merupakan bagian yang tidak lepas dari ilmu Kimia.
Prospek Kerja
• Instansi Pemerintah: seperti Departemen Pertanian, Departemen Kehutanan, Departemen Kesehatan, Departemen Kelautan & Perikanan, atau Kementerian Lingkungan Hidup di tingkat pusat maupun daerah.
• Industri yang berkaitan dengan bahan makanan, obat-obatan, pertambangan dan lain-lain (mis. Kimia Farma, ARCO, PT Freeport, Caltex, KPC, Nestle, Indofood, Unilever, Indofood, Ultrajaya, Garuda Food).
• Lembaga Penelitian yang berkaitan dengan pertanian, kesehatan, kehutanan, teknik rekayasa dan lain-lain (mis. LIPI, BPPT, Eijkman Institute, Biofarma, RSHS, US Namru, CIFOR).
• Lembaga Pendidikan sebagai dosen atau guru (mis. PTN, PTS, berbagai tingkatan sekolah)
• Wiraswasta, misalnya sebagai pengusaha jamur, pengusaha pakan ternak, pengusaha bahan olahan mikroorganisme (yogurt, keju), pembenihan tanaman, konsultan lingkungan, dll..
• Organisasi Non-Pemerintah atau Lembaga Swadaya Masyarakat dalam berbagai bidang kegiatan (mis. WWF, Flora Fauna International, Walhi, YPBB, Indecon).
• Lain-lain (mis. perbukuan, media massa/ pengenalan biologi melalui media radio dan televisi)
1.Radioaktive thymidine digunakan untuk menentukan bahwa sel sedang mensintensis……..
A.Membrane
B.DNA
C.RNA
D.Protein
E.Si RNA
2.Reseptor asetilkolin merupakan protein yang tertanam pada membrane dan extending ke dalam ruang sitoplasma dan ekstraseluler. Manakah komposisi asam amino yang lebih tepat untuk reseptor tersebut?
a.Tersusun dari asam amino hidrofobik
b.Tersusun dari asam amino hidrofilik
c.Memiliki beberapa daerah asam amino hidrofobik dan beberapa asam amino hidrofilik
d.Memiliki sebuah daerah hidrofobik dan sebuah daerah hidrofilik
e.Tersusun asam amino yang berikatan dengan asam lemak
3.Dari penyilangan tanaman kapri yang ke dua induknya berbiji bulat dan berwarna kuning diperoleh hasil 556 biji yang bervariasi 315 bulat, kuning; 108 bulat, hijau; 101 keriput kuning, dan 32 keriput, hijau. Dari hasil ini dapat diduga bahwa ……..
a.Ke dua induk kapri heterozigot
b.Ke dua induk kapri homoziogot
c.Induk yang satu heterozigot, induk yang lain homozigot
d.Pada pembentukan gamet terjadi mutasi
e.Penyimpangan hukum mendel
4.Pada ayam terdapat empat bentuk pial, yaitu pial biji, pial ros, pial walnut, dan pial tunggal. Bentuk-bentuk pial tersebut disebabkan oleh adanya interaksi gen. di suatu peternakan ayam dilakukan penyilangan antara ayam berpial biji dengan ayam berpial ros. Ternyata ada anak ayam keturunan F1 yang berpial tunggal. Dari hasil penyilangan ini diketahui bahwa genotip ke dua parental adalah …………………
a.RrPp x rrPp
b.rrPP x Rrpp
c.rrPp x Rrpp
d.rrPp x RRpp
e.rrPpx RRpp
5.Triplet berikut yang merupakan kode tanda berakhirnya (stop) translasi atau tidak mengkode asam amino adalah ……………
a.USS, CAU, AAU
b.AUG, CCU, UGA
c.CUG, AUU, AAU
d.UGA, AUG, UAA
e.GCU, UGA, CAU
6.Kita dapat mengenal trakea dan trakeid dari komponen melalui penampakan bentuk selnya. Berikut ini adalah penampakan pada trakea yaitu, kecuali ………..
a.Memiliki diameter yang besar
b.Memiliki lubang perforasi pada ujung-ujungnya
c.Transport air mineral berlangsung antara sel-selnya
d.Bentuk sel memanjang
e.Dinding sel berlignin
7.Sel sekresi pada bunga yang menyebabkan bunga berbau harum adalah ………..
a.Idioblas
b.Hidatoda
c.Osmofor
d.Lisigen
e.latisifier
8.Unsure hara yang diperlukan tanaman untuk komponen structural klorofil adalah ……
a.Sulfur
b.Posfor
c.Kalium
d.Kalsium
e.magnesium
9.Saraf pada system saraf cranial yang berfungsi dalam mengatur pendengaran dan keseimbangan terletak pada syaraf nomor ……………
a.4
b.6
c.9
d.8
e.7
10.Pada alat reproduksi pria yang berperan dalam mensekresikan fruktosa dan prostaglandin sebagai bahan bakar pergerakan spermatozoa dan juga merupakan kandungan dari cairan semen adalah …………..
a.Bulbouretralis
b.Vas deferens
c.Tubula seminiferus
d.Vesikula seminalis
e.epididimis
11.Berikut ini adalah gas rumah kaca yang hanya dapat terbentuk sendiri oleh proses alam adalah ……..
a.Karbon dioksida
b.Metana
c.Ozon
d.Hydrogen
e.Nitorous oxide
12.Kawasan konservasi alam yang memiliki ekosistem asli, dan dikelola dengan system zonasi yang berfungsi untuk melestarikan keanekaragaman hayati disebut ……….
a.Taman hutan raya
b.Taman nasional
c.Cagar alam
d.Suaka margasatwa
e.Taman rekreasi alam
13.Organism khas yang hidup di zona profundal sebuah perairan adalah ………………..
a.Planton, ikan, ular
b.Katak, udang, nekton
c.Udang, siput, decomposer
d.Capung, rumput, zooplankton
e.Ular air, siput, capung
14.Kutu tikus merupakan vector dari mikroorganisme penyebab penyakit pes. Dilihat dari beberapa cirri yang dimiliki yaitu tidak memiliki sayap dan tipe mulut penusuk dan pengisap digolongkan pada …………….
a.Homoptera
b.Neuroptera
c.Coleoptera
d.Hymnoptera
e.siphonoptera
15.Suatu danau mengandung air raksa (Hg) yang melebihi ambang batas normal. Berikut ini adalah beberapa hal yang mempengaruhi jarring makanan di danau, kecuali ………
a.Unsure Hg akan terakumulasi di seluruh tingkat trofik
b.Unsure Hg akan terakumulasi paling banyak pada ikan dari pada plankton
c.Unsure Hg akan terakumulasi paling banyak pada tingkat trofik paling tinggi
d.Unsure HGakan terakumulasi paling banyak pada plankton sebagai produsen
Kepiting adalah binatang crustacea berkaki sepuluh, yang biasanya mempunyai "ekor" yang sangat pendek (bahasa Yunani: brachy = pendek, ura = ekor), atau yang perutnya sama sekali tersembunyi di bawah thorax. Hewan ini dikelompokkan ke dalam Phylum Athropoda, Sub Phylum Crustacea, Kelas Malacostraca, Ordo Decapoda, Suborder Pleocyemata dan Infraorder Brachyura. Tubuh kepiting umumnya ditutupi dengan exoskeleton (kerangka luar) yang sangat keras, dan dipersenjatai dengan sepasang capit. Kepiting hidup di air laut, air tawar dan darat dengan ukuran yang beraneka ragam, dari pea crab, yang lebarnya hanya beberapa milimeter, hingga kepiting laba-laba Jepang, dengan rentangan kaki hingga 4 m (Anonim, 2008).
Menurut Prianto (2007), walaupun kepiting mempunyai bentuk dan ukuran yang beragam tetapi seluruhnya mempunyai kesamaan pada bentuk tubuh. Seluruh kepiting mempunyai chelipeds dan empat pasang kaki jalan (Gambar 1 dan 2). Pada bagian kaki juga dilengkapi dengan kuku dan sepasang penjepit, chelipeds terletak di depan kaki pertama dan setiap jenis kepiting memiliki struktur chelipeds yang berbeda-beda. Chelipeds dapat digunakan untuk memegang dan membawa makanan, menggali, membuka kulit kerang dan juga sebagai senjata dalam menghadapi musuh. Di samping itu, tubuh kepiting juga ditutupi dengan Carapace. Carapace merupakan kulit yang keras atau dengan istilah lain exoskeleton (kulit luar) berfungsi untuk melindungi organ dalam bagian kepala, badan dan insang.
Kepiting sejati mempunyai lima pasang kaki; sepasang kaki yang pertama dimodifikasi menjadi sepasang capit dan tidak digunakan untuk bergerak. Di hampir semua jenis kepiting, kecuali beberapa saja (misalnya, Raninoida), perutnya terlipat di bawah cephalothorax. Bagian mulut kepiting ditutupi oleh maxilliped yang rata, dan bagian depan dari carapace tidak membentuk sebuah rostrum yang panjang. Insang kepiting terbentuk dari pelat-pelat yang pipih (phyllobranchiate), mirip dengan insang udang, namun dengan struktur yang berbeda. Insang yang terdapat di dalam tubuh berfungsi untuk mengambil oksigen biasanya sulit dilihat dari luar. Insang terdiri dari struktur yang lunak terletak di bagian bawah carapace. Sedangkan mata menonjol keluar berada di bagain depan carapace.
Berdasarkan anatomi tubuh bagian dalam, mulut kepiting terbuka dan terletak pada bagian bawah tubuh. Beberapa bagian yang terdapat di sekitar mulut berfungsi dalam memegang makanan dan juga memompakan air dari mulut ke insang. Kepiting memiliki rangka luar yang keras sehingga mulutnya tidak dapat dibuka lebar. Hal ini menyebabkan kepiting lebih banyak menggunakan sapit dalam memperoleh makanan. Makanan yang diperoleh dihancurkan dengan menggunakan sapit, kemudian baru dimakan (Shimek, 2008).
Irmawati (2005) melaporkan bahwa, kepiting bakau dapat diidentifikasi dengan mengamati ciri-ciri meristik dan morfometril serta pola warna dengan mengacu pada kunci identifikasi Keenan, Carpenter dan Niem (l998). Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa berdasarkan warna, bentuk duri pada frontal dan jumlah duri pada karpus, teridentifkasi 3 spesies kepiting bakau di kawasan Mangrove Sungai Keera Kabupaten Wajo Sulawesi Selatan, yaitu Scylla olivacea, Scylla serrata dan Scylla paramamosain dimana Scylla olivacea adalah jenis yang dominan, yaitu 92% dari total sampel. Terdapat perbedaan karakter meristik yang dimiliki oleh ketiga spesies kepiting bakau yang ditemukan di kawasan mangrove tersebut.
Sebagian besar kepiting yang hidup di mangrove memperlihatkan adaptasi morfologis saat bernafas ketika berada di darat. Ukuran insang kepiting berkorelasi dengan habitat dan aktivitas metabolik. Spesies intertidal di daerah temperate umumnya telah mereduksi luas insang dibanding dengan spesies akuatik. Gejala ini terjadi pada spesies kepiting mangrove Ocypode dan Uca yang mempunyai beberapa filamen insang dibanding kerabat dekatnya di spesies akuatik. Filamen insang mengeras sebagai pemelihara bentuk, orientasi dan fungsi tubuh bila kepiting keluar dari air. Celah insang menjadi vaskular dan dapat berfungsi sebagai paru-paru. Kepiting ini memompa udara melalui udara yang tertahan di dalam celah insang yang harus diperbaharui secara teratur dengan sering masuk ke dalam air (Hutching, dan Saenger, 2001 dalam Prianto, 2007).
Menurut Prianto (2007) bahwa, bagian tubuh kepiting juga dilengkapi bulu dan rambut sebagai indera penerima. Bulu-bulu terdapat hampir di seluruh tubuh tetapi sebagian besar bergerombol pada kaki jalan. Untuk menemukan makanannya kepiting menggunakan rangsangan bahan kimia yang dihasilkan oleh organ tubuh. Antena memiliki indera penciuman yang mampu merangsang kepiting untuk mencari makan. Ketika alat pendeteksi pada kaki melakukan kontak langsung dengan makanan, chelipeds dengan cepat menjepit makanan tersebut dan langsung dimasukkan ke dalam mulut. Mulut kepiting juga memiliki alat penerima sinyal yang sangat sensitif untuk mendeteksi bahan-bahan kimia. Kepiting mengandalkan kombinasi organ perasa untuk menemukan makanan, pasangan dan menyelamatkan diri dari predator.
Kepiting memiliki sepasang mata yang terdiri dari beberapa ribu unit optik. Matanya terletak pada tangkai, dimana mata ini dapat dimasukkan ke dalam rongga pada carapace ketika dirinya terancam. Kadang-kadang kepiting dapat mendengar dan menghasilkan berbagai suara. Hal yang menarik pada berbagai spesies ketika masa kawin, sang jantan mengeluarkan suara yang keras dengan menggunaklan chelipeds-nya atau menggetarkan kaki jalannya untuk menarik perhatian sang betina. Setiap spesies memiliki suara yang khas, hal ini digunakan untuk menarik sang betina atau untuk menakut-nakuti pejantan lainnya
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2007. Pengamatan Aspek Biologi Rajungan dalam Menunjang Teknik Perbenihannya, (Online), (http://www.utkampus.net, diakses 1 Mei 2008)
Davey, K. 2000. Decapod Crabs Reproduction and Development, (Online), (http://www.mesa.edu.au, diakses 1 Mei 2008).
DPI & F. 2003. Fish Guide. Saltwater, Freshwater and Noxious Species, (Online), The Great Outdoors Publications, Brisbane, (www2.dpi.qld.gov.au, diakses 13 Mei 2008).
DPI & F. 2005. Fisheries Long Term Monitoring Program Sampling Protocol Mud Crab: (2000 – 2005), (Online), Department of Primary Industries and Fisheries, (http://www2.dpi.qld.gov.au, diakses 14 Mei 2008).
Fachrul, M.F. 2007. Metode Sampling Bioekologi. Bumi Aksara. Jakarta.
Hsieh, H.L. 2004.Towards Wetland Restoration for the "Wetland Three Musketeers”, A Horseshoe Crab, A Fiddler Crab, and A Coconut Crab, (Online), Research Center for Biodiversity, Academia Sinica, Taipei, (biodiv.sinica.edu.tw, diakses 14 Mei 2008).
Irmawati. 2005. Keanekaragaman Jenis Kepiting Bakau Scylla sp Di Kawasan Mangrove Sungai Keera Kabupaten Wajo Sulawesi Selatan, Lembaga Penelitian UNHAS, (Online), (http://www.unhas.ac.id, diakses 30 April 2008).
Juwana, S. 2004. Penelitian Budi Daya Rajungan dan Kepiting: Pengalaman Laboratorium dan lapangan, Prosiding Simposium Interaksi Daratan dan Lautan.Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Jakarta.
MacKinnon, K., Hatta, G., Halim, H. & Mangalik, A. 2000. Ekologi Kalimantan. Prenhallindo. Jakarta.
Nontji, A. 2002. Laut Nusantara.Penerbit Djambatan. Jakarta.
Prianto, E. 2007. Peran Kepiting Sebagai Spesies Kunci (Keystone Spesies) pada Ekosistem Mangrove. Prosiding Forum Perairan Umum Indonesia IV. Balai Riset Perikanan Perairan Umum. Banyuasin.
Quinitio, E.T. & Parado, E.F.D. 2003. Biology and Hatchery of the Mud Crabs Scylla spp. Aquaculture Extension Manual, (Online), No. 34, SEAFDEC Aquaculture Department, Iloilo, Philippines (rfdp.seafdec.org.ph, diakses 15 Mei 2008).
Rahmawaty. 2006. Upaya Pelestarian Mangrove Berdasarkan Pendekatan Masyarakat (Online), Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan, (http://library usu.ac.id, diakses 2 April 2008).
Sara, L. dkk. 2006. Abundance and Distribution Patterns of Scylla spp. Larvae in the Lawele Bay, Southeast Sulawesi, Indonesia, Asian Fisheries Science, (Online),Vol. 19; 331-347, (www.asianfisheriessociety.org, diakses 1 Mei 2008).
Shimek, R.L. 2008. Crabs, (Online), (www.reefkeeping.com, diakses 15 Mei 2008).
Umar, N.A. 2002. Hubungan antara Kelimpahan Fitoplankton dan Zooplankton (Kopepoda) dengan Larva Kepiting di Perairan Teluk Siddo Kabupaten Barru Sulawesi Selatan, (Online), IPB.
1.a tidak mempunyai tulang belakang …………………………………………………………...2
b mempunyai tulang belakang.……………………………………………………………….21
2.a tidak mempunyai rongga tubuh (coelom), jika punya, rongga tubuh masih semu (pesudocoelomata), tidak bersegmen ……………………………….…………..……………3
b mempunyai rongga tubuh (coelom) sejati, bersegmen………………..……………….…….4
3.a merupakan hewan triploblatik aselomata, memiliki silia, memiliki bentuk tubuh pipih, pada bagian kepala terdapat dua alat isap (di mulut dan di ventral), hospes perantaranya berupa hewan ternak …………………………………………………………..…...Fasciola hepatica
b merupakan hewan triploblastik pseudocoelomata, bentuk tubuh seperti gelang, tidak bersegmen, parasit di dalam usus manusia, kulit berkutikula licin, bagian anterior ada tiga buah bibir ……………………………...……………………..…………Ascaris lumbricoides
4.a tidak memiliki chorda dorsalis ……………………………………………………………....5
b memiliki chorda dorsalis, belum memiliki kepala, otak yang jelas ……………Amphioxus sp
5.a. tubuh lunak, tubuh panjang seperti gelang, tidak memiliki cangkang ……………………...6
b tubuh lunak, memiliki cangkang……………………………………………………………..7
6.a hidup di air laut, memiliki warna yang menarik, memiliki segmen tubuh, memiliki parapodia (seta) sepasang, banyak rambut ………………………………………….Nereis sp
b hidup di tanah, warna merah, bersegmen, tidak memiliki parapodia (seta) dan rambut, memiliki klitelum (bagian yang membesar) di bagian tertentu sepanjang tubuh ……………..…………………………………………...……………….……….Pheretima sp
7.a tubuh bersimetri bilateral, belum ada kepala dan tentakel, cangkang tersusun dari keping-keping yang berjumlah 8 dan tersusun tumpang tindih secara transversal …………Chiton sp
b tubuh tidak simetris (laterolateral, rotasi)……………………………………………………8
8.a memiliki pematang, cangkang simetris ……………………………………….……………..9
b tidak memiliki pematang, cangkang tidak simetris ……………………………….………..10
9.a jarak pematang radial dan teratur, berbulu…………………………………Anadara granosa
b jarak pematang tidak teratur, memiliki tonjolan ……………………….…….Anadara inflata
10.a memiliki kepala dan tentakel ………………………………………………………………11
b memiliki kepala dan lengan ………………………………………………………………..12
11.a memiliki cangkang, cangkang berornamen, columela kecil, ada operculum….. Cerithidea sp
b memiliki cangkang, tidak berornamen, columela besar, tidak ada operculum….. Achatina sp
12.a memiliki eksoskeleton ……………………………………………………………………..13
b memiliki endoskeleton ……………………………………………………………………..14
13.a memiliki eksoskeleton berupa cangkang keras, hidup di laut …………………….Nautilus sp
b memiliki eksoskeleton dari kitin, tubuh beruas-ruas, berbuku-buku ………………………15
14.a sirip mereduksi, mantel berbentuk bulat telur, ada selaput pada bagian pangkal lengan, mantel warna abu-abu, kepala besar, endoskeleton keras, tentacular club lurus, memiliki 8 lengan yang berukuran sama ……………………………………………..…………Sephia sp
b mantel berbentuk memanjang, sirip seperti segitiga, tidak ada selaput pada bagian pangkal lengan, mantel berwarna ungu, kepala kecil, endoskeleton tipis seperti plastic, tentacular club berseling, memiliki 8 lengan berukuran tidak sama……………………………Loligo sp
15.a tubuh memiliki segmen, kulit eksoskeleton dari kitin, punya mata, selom protostomata.....16
b tubuh memiliki kulit yang berduri, tidak mempunyai mata, selom deutrostomata…………19
16 a tubuh beruas-ruas/ berbuku-buku bentuk tubuh kompres……………...…………………...17
b tubuh beruas-ruas/ berbuku-buku bentuk tubuh dipres ……………..……………………18
17. a segmentasi tubuh terdiri dari cephalotorax, perut (abdomen), mata bertangkai, memiliki 14 segmen yang terdiri 8 segmen thorax dan 6 segmen abdomen ……………..Metapeneus sp
b segmentasi tubuh terdiri dari kepala, dada, dan perut, dada ada 3 segmen, abdomen 11 segmen, memiliki 3 pasang tungkai pada thorax,memiliki sayap ……………….Gryllus sp
18.a mempunyai karapaks, 2 pasang antenna…………………………………….…….. Scylla sp
b tidak mempunyai karapaks, 1 pasang antenna, tungkai banyak, memiliki cakar beracun, memiliki banyak tungkai (22 pasang tungkai) ……………….………Scolopendra subspinipes
19.a bentuk tubuh seperti bintang, memiliki lengan, struktur tubuh terdiri bagian aboral dan oral …………………………………………………………………….………………. Pisaster sp
b bentuk tubuh seperti bola/ uang logam, tidak memiliki lengan, struktur tubuh terdiri dari bagian hemisfer aboral dan hemisfer oral…………………………………………………20
20.a berbentuk bola, memiliki duri, duri ada duri panjang dan duri pendek......Strongilocentrus sp
b berbentuk uang logam, tidak memiliki duri ……………………………………..Dendrata sp
21.a memiliki sisik pada permukaan tubuh………………………………………………………22
b. tidak memiliki sisik pada permukaan tubuh………………………………………………..33
22.a umumnya memiliki sisik basah, alat gerak (eksterimitas) berupa sirip, memiliki insang….23
b memiliki sisik kering dan kasar, memiliki ekor yang panjang……………………………..26
23.a memiliki rangka sejati/ tulang keras, bentuk tubuh pipih kompres………………………...24
b memiliki rangka tulang rawan, bentuk tubuh dipres, sirip berupa cambuk, tidak memiliki sisik, tipe mulut terminal …….................................................................................Dasyatis sp
24.a hidup di air tawar ………………………………………………….Oreochromis mosambicus
b hidup di air laut……………………………………………………………………………..25
25. a memiliki gurat sisi yang jelas, sirip ekor bercagak, tipe mulut sub terminal..Chanos chanos
b memiliki gurat sisi yang tidak jelas/ tidak ada, sirip ekor sedikit cekung, tipe mulut sub terminal…………………………………………………………………….Mugil dusumeri
26.a tidak memiliki theca/ kotak penutup, leher tidak panjang …………………………………27
b memiliki theca/ kotak penutup, leher panjang …………………………………………….32
27.a bergerak dengan tungkai, 2 di anterior, 2 di posterior, memiliki kuku pada jari…………..28
b bergerak melata dengan perut, tidak memiliki tungkai (tungkai mereduksi)………………30
28.a memiliki ekor panjang tapi tidak melebihi panjang tubuhnya …..…………………………29
b memiliki ekor panjang yang melebihi panjang tubuhnya………………Mabuia multifasciata
29.a mempunyai sisik yang sangat kecil, halus, lemas, jari tungkai kecil (tidak gemuk), ujung ekor runcing ……………………………………………………………………Corymbus sp
b mempunyai sisik kecil, tidak jelas, terdapat bintil, jari tungkai gemuk, di ventral jari beruas-ruas, ada bantalan penghisap, ujung ekor tumpul………………………………….. Gekko sp
b memiliki sisik ventral lebih dari 187, sisik dorsal > 13………………………………….…31
31.a memiliki sisik vertebrae, sisik sub caudal seragam, memiliki sisik labial atas 7, labial bawah 7, sisik post ocular ada 2, sisik labial atas no 3 dan 4 menyentuh mata………………………………………………………………………..Bungarus fasciatus
b tidak memiliki sisik vertebrae, sisik subcaudal berpasangan, sisik labial atas 8, labial bawah
8, sisik post ocular ada 3, sisik labial 4 dan 5 menyentuh mata………………….Naja naja
32.a memiliki theca, tepi carapax bergerigi, bagian dorsal carapax tidak besar dan tinggi, lamina nuchalis ada satu buah, marginalis ada 12 buah (pada satu sisi), plastron bermotif, memiliki kelopak mata, ada garis merah di belakang mata ……………………………..Trachemys sp
b memiliki theca, tepi carapax rata, bagian dorsal carapax besar dan tinggi, lamina nuchalis ada dua buah, marginalis ada 11 buah (pada satu sisi), plastron memiliki pola bulat warna hitam, tidak memiliki kelopak mata, bagian dorsal kepala berwarna coklat……Cyclemis sp
33.a tubuh ditutupi oleh kulit yang licin dan berlendir, memiliki 4 tungkai yang berjari, hidup di air dan di darat, tungkai belakang lebih lebar dari tungkai depan, tungkai berfungsi untuk meloncat…………………………………………………………………………………...34
b tubuh ditutupi oleh bulu/ rambut……………..…………………………………………….35
34.a kulit halus, licin dan lembab, terdapat lipatan loreal, tidak memiliki glandula paratoid, memiliki selaput renang, ujung jari runcing ………………………...…….……Fejervarya sp
b kulit berbintil, terdapat lipatan loreal, supraorbital, dorsoventral, memiliki glandula paratoid, tidak memiliki selaput renang, ujung jari tumpul…………………..………..……….. Bufo sp
35.a tubuh ditutupi bulu, memiliki paruh, memiliki alat gerak berupa kaki dan sayap, sayap untuk terbang di udara……………………………………………………………..………..36
b tubuh ditutupi rambut……………………………………………………………………….46
36a. tubuh berukuran kecil/ tidak besar, paruh berukuran tidak besar.....……………………….37
b.tubuh berukuran sangat besar dan tinggi hampir seperti tinggi manusia, paruh besar..........43
37a. tubuh berukuran kecil (11 cm), tipe paruh pemakan biji…………………………………..38
38.a kepala berwarna putih…………………………………………………………Lonchura maja
b kepala berwarna coklat……………………………………………………………………...39
39.a sisi tubuh depan yaitu perut berwarna putih………………………Lonchura leucogastroides
b sisi tubuh depan bagian dada bersisik coklat, bagian bawah putih …….Lonchura punctulata
40.a tipe paruh pemakan daging, tidak mempunyai jambul ………………...…….Haliastur Indus
b tipe paruh pemakan serangga, ulat, atau buah, memiliki jambul …………………..………41
41.a kepala dan tubuhnya berwarna putih, ujung ekor dan sayap berwarna hitam..…………………………………………………………………. Leucopser rothschildi
b kepala berwarna hitam atau coklat (gelap), memiliki kumis pada paruhnya………...……..42
42.a kepala berwarna hitam, iris mata merah, kaki berwarna hitam, pada kepala memiliki jambul tinggi berwarna hitam………………………………………………….Pycnonotus aurigaster
b kepala berwarna coklat, iris mata coklat, kaki abu-abu, jambul berwarna coklat…………………………………………………………….………Pycnonotus goiavier
43.a paruh besar dan melengkung ke bawah, berwarna putih pada ujung, coklat pada pangkal……………………...……………………………………………….Aceros undulatus
b paruh besar berujung runcing………………………………………………………………44
44.a memiliki tanduk, berleher panjang, leher berwarna biru, terdapat dua gelambir berwarna merah pada leher, di atas kepala terdapat tanduk yang tinggi berwarna kecoklatan……........................................................................................Causarius causarius
b tidak memiliki tanduk………………………………………………………………………45
45.a mempunyai bulu yang indah berwarna hijau keemasan, di atas kepala terdapat jambul tegak, bulu ekor sangat besar dan indah (memiliki corak).................……………….. Pavo muticus
b memiliki leher berwarna kuning, tubuh putih, sayap, punggung, dan ekor berwarna hitam, kepala botak berwarna merah muda………………………………..… Leptoptilos javanicus
46.a dapat berjalan tegak, memiliki tangan dan kaki yang jelas dibedakan......…………………47
b tidak dapat berjalan tegak, memiliki 4 tungkai kaki untuk berjalan………………………..51
47.a memiliki sekat hidung yang lebar, ekor pendek…………...…………………… Cebus Paela
b memiliki sekat hidung yang sempit…………………………………………………………48
48.a memiliki pantat yang besar dan mencolok......……… ………………………………….….49
b memiliki hidung yang mencolok……………………………………………………………50
49.a memiliki pantat berbentuk hati……………………………..……………….. Macaca Maura
b memiliki pantat berbentuk ginjal ………………………………………. Macaca fascicularis
50.a memiliki hidung panjang, ekor berwarna putih……..…...………………..…Nasalis larvatus
b memiliki hidung seperti moncong anjing, mempunyai taring, ekor warna coklat emas, pada hewan jantan bulu di ekor dan pundak tebal menyerupai mantel…………Cynopithecus niger
51.a mempunyai gigi taring, pemakan daging………………………………………..Panthera leo
b gigi taring kurang berkembang baik, pemakan tumbuhan………………………………….52
52.atidak memiliki tanduk ………………………………………………………………………53
b memiliki tanduk ang bercabang 3, berujung runcing………………………Cervus timorensis
53.a memiliki gigi seri di depan sebagai pengerat, bulu panjang dan halus, tubuh kecil………………………………………………………...………………….Cavia cobaya
b memiliki leher yang panjang, tubuh bertutul ………………...……..…….. Giraffa reticulata